Telkom Lakukan Pensiun Dini 1.008 Karyawan Demi Efisiensi dan Transformasi

Jayak
By
3 Min Read

NEWSLIVE PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) baru saja menjalankan program pensiun dini bagi 1.008 karyawan sebagai bagian dari strategi efisiensi dan transformasi perusahaan. Meskipun langkah ini berdampak pada kinerja keuangan, Telkom tetap mencatat pertumbuhan yang positif dalam beberapa aspek.

Menurut Direktur Keuangan Telkom Indonesia, Heri Supriadi, program pensiun dini ini sedikit memengaruhi EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) perusahaan. Namun, dampaknya dinilai minimal. Meskipun EBITDA mengalami sedikit penurunan, Telkom masih mampu mencatat pertumbuhan EBITDA sebesar 1,9 persen secara tahunan (YoY), mencapai Rp 39,1 triliun dengan margin 51,9 persen. Jika program pensiun dini ini dikeluarkan dari perhitungan, EBITDA perusahaan tetap menunjukkan pertumbuhan yang stabil.

“Normalisasi EBITDA kami tumbuh 1,9 persen YoY dengan margin stabil di 51,9 persen dibandingkan kuartal pertama tahun 2024,” ungkap Heri dalam sebuah acara di Jakarta, Selasa (26/8/2024).

Selain EBITDA, laba bersih operasional Telkom juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Laba bersih operasional naik sebesar 4,2 persen YoY dengan margin laba bersih mencapai 17,3 persen. Peningkatan ini terjadi setelah mengeluarkan faktor-faktor seperti program pensiun dini, mark to market GoTo, dan one-off dari unlock value. Heri menambahkan bahwa kenaikan beban operasional, terutama dalam hal pemeliharaan dan jasa telekomunikasi, berhasil dikendalikan dengan baik, sehingga tetap tumbuh di bawah angka pertumbuhan pendapatan.

Baca Juga: Toyota Sambut Kehadiran BYD dan Kompetitor Baru dengan Positif

Program pensiun dini ini merupakan bagian dari strategi besar Telkom untuk mempercepat transformasi perusahaan. Setelah memindahkan bisnis IndiHome ke Telkomsel, perusahaan bertujuan untuk menjadi lebih efisien dan fokus pada pengembangan talenta digital. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan membuat perusahaan lebih gesit dalam menghadapi persaingan di era digital.

“Program pensiun dini ini bertujuan membuat perusahaan lebih ramping dan memungkinkan Telkom fokus pada talenta digital yang relevan dengan perkembangan industri,” kata Heri. Ia menegaskan bahwa langkah ini akan memberikan ruang bagi kompetensi baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan bisnis masa depan.

Dengan program ini, Telkom berharap bisa semakin memperkuat transformasi menuju digitalisasi, sambil memastikan bahwa struktur organisasi tetap efisien dan produktif untuk menghadapi tantangan yang semakin kompleks di masa depan.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *