Kemendikbud akan wajibkan Pelajaran Bahasa Inggris untuk SD pada tahun ajaran 2027/2028

admin
By
admin
3 Min Read

NEWSLIVE – Dalam langkah progresif yang menandai era baru dalam pendidikan Indonesia, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) telah mengumumkan kebijakan baru yang akan mengubah wajah pendidikan dasar di negara ini. Mulai tahun ajaran 2027/2028, pelajaran bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib bagi siswa kelas 3 SD, Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan satuan pendidikan sederajat.

Pengajaran Bahasa Inggris: Fokus pada Praktik Komunikasi

Anindito Aditomo, Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbud Ristek, menekankan bahwa pendekatan pengajaran bahasa Inggris akan berorientasi pada kepraktisan, bukan sekadar tata bahasa. Tujuannya adalah untuk membekali siswa dengan kemampuan komunikasi dan pemahaman informasi dalam bahasa Inggris.

Persiapan Menuju Implementasi

Meskipun kebijakan ini baru akan diterapkan beberapa tahun mendatang, pemerintah daerah dan sekolah diberikan waktu untuk mempersiapkan segala kebutuhan. Itje Chodidjah, Konsultan Senior Pendidikan Bahasa Inggris di Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK), menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, kurikulum Merdeka yang diluncurkan pada 2022 telah meletakkan dasar bagi pengembangan potensi siswa sejak usia dini.

Menggali Potensi Guru

Guru-guru yang akan mengajar bahasa Inggris telah menjalani pelatihan intensif untuk mempersiapkan mereka menghadapi tantangan baru ini. Banyak ahli dan dosen telah bergabung dalam upaya ini, memberikan dukungan penuh kepada para pendidik di lapangan.

Mengubah Persepsi Masyarakat

Itje Chodidjah menegaskan bahwa kurikulum bahasa Inggris yang akan diterapkan tidak akan membebani siswa dengan hafalan tata bahasa yang rumit. Sebaliknya, siswa akan diperkenalkan dengan konsep-konsep dasar yang akan membantu mereka memahami pelajaran bahasa Inggris di jenjang yang lebih tinggi¹[1].

Sejarah Panjang Bahasa Inggris di Indonesia

Pelajaran bahasa Inggris bukanlah hal baru di Indonesia. Sejak tahun 1994, bahasa Inggris telah menjadi bagian dari kurikulum, meskipun sempat dihapus sebagai mata pelajaran wajib pada tahun 2013. Itje Chodidjah mengingatkan bahwa Indonesia adalah satu-satunya negara di Asia Tenggara yang tidak mewajibkan pelajaran bahasa Inggris di tingkat dasar, sebuah fakta yang mengejutkan mengingat pentingnya bahasa Inggris dalam konteks global saat ini

Menuju Masa Depan yang Lebih Cerah

Dengan kebijakan baru ini, Indonesia berharap untuk meningkatkan kompetensi bahasa Inggris di kalangan generasi muda, mempersiapkan mereka untuk menjadi warga dunia yang mampu bersaing dan berkomunikasi di panggung internasional. Ini adalah langkah besar menuju masa depan yang lebih cerah bagi pendidikan di Indonesia.
Sumber: Kompas.com

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *